Dalam rangka mendukung penguatan kapasitas pengelolaan dan komersialisasi Kekayaan Intelektual (KI) di lingkungan perguruan tinggi, Sentra HKI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop IP Value untuk Komersialisasi Hasil Riset dan Paten Terdaftar bagi Sentra KI, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI, pada Selasa, 10 September 2019 bertempat di Ruang Tulip, Lantai 3 Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Technology and Innovation Support Center (TISC), yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas institusi dalam mengelola, menilai nilai ekonomi, serta mendukung proses alih teknologi dari hasil riset menuju tahap komersialisasi. Partisipasi Sentra HKI UMM didasarkan pada surat undangan resmi dari Ditjen KI Nomor HKI.5.HH.05.04-750, dan ditindaklanjuti melalui Surat Tugas Wakil Rektor I UMM Nomor E.2.b/1022/BAA-UMM/IX/2019.
Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan materi yang mendalam dan aplikatif, meliputi:
-
IP Management and Valuation: Teknik pengelolaan dan penilaian nilai kekayaan intelektual untuk mendukung strategi komersialisasi.
-
Lisensi Paten: Prosedur, manfaat, dan tantangan dalam memberikan lisensi paten kepada mitra industri atau pihak ketiga.
-
Alih Teknologi dan Lisensi Paten Hasil Litbang LIPI serta Tantangannya: Studi kasus dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait praktik terbaik dan hambatan dalam alih teknologi hasil penelitian.
-
Komersialisasi Kekayaan Intelektual Milik Universitas: Strategi implementatif dalam mengoptimalkan potensi hasil riset untuk masuk ke pasar.
Melalui kegiatan ini, Sentra HKI UMM memperoleh banyak wawasan baru serta pemahaman teknis yang penting dalam mendukung proses hilirisasi riset kampus menuju produk bernilai ekonomi. Diharapkan, ke depan Sentra HKI UMM dapat terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya terdaftar secara legal, tetapi juga mampu dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat dan dunia industri.