Yogyakarta, 27 Februari 2022 — Sebagai upaya memperkuat kapasitas hilirisasi dan komersialisasi hasil riset di bidang herbal, Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Strategi Komersialisasi Hasil Riset Herbal Perguruan Tinggi Berbasis Triple Helix (BPOM, DUDI, Perguruan Tinggi) yang Terintegrasi Entrepreneurial University.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Apoteker Praktek Herbal Indonesia (APHI) pada Minggu, 27 Februari 2022 / 26 Rajab 1443 H, bertempat di Hotel KJ, Jl. Parangtritis No. 120, Yogyakarta. Berdasarkan surat undangan APHI Nomor 012/APHI/II/2022, Sentra HKI UMM menugaskan dua perwakilan melalui Surat Tugas dari Wakil Rektor I UMM (Nomor E.2.b/151/BAA-AIK/UMM/II/2022), yaitu:

Kegiatan pelatihan ini mengusung konsep Triple Helix yang menekankan kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta Perguruan Tinggi. Pelatihan ini merupakan bentuk implementasi sinergi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi herbal yang siap dikomersialisasikan secara berkelanjutan.

Adapun materi pelatihan yang disampaikan meliputi:

  1. Jamu Bebas BKO (Bahan Kimia Obat) oleh BPOM RI

  2. Strategi dan Model Komersialisasi Hasil Riset Herbal (Prototyping BMC “Naturonal”) oleh Dr. apt. Kintoko, M.Sc

  3. Strategi Marketing Herbal Berbasis Pendidikan Kewirausahaan

  4. Lezatnya Bisnis Herbal oleh pelaku usaha Griya Annur

  5. Pengajuan Izin Edar Produk Herbal melalui BPOM, juga disampaikan oleh Griya Annur

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, Sentra HKI UMM diharapkan dapat memperkuat jejaring dan strategi dalam mendukung komersialisasi produk riset herbal, khususnya dalam mendampingi peneliti menuju proses hilirisasi dan perizinan produk berbasis kekayaan intelektual.