Sentra HKI UMM Menjadi Pemateri Workshop Paten Tahun 2025 di Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Kamis, 12 Juni 2025 – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan wawasan sivitas akademika dalam bidang Kekayaan Intelektual, Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Universitas Muhammadiyah Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Workshop Paten Tahun 2025 pada Kamis, 12 Juni 2025, bertempat di Ruang Meeting Lt.2 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Jl. Budi Utomo No. 10, Ponorogo – Jawa Timur. Atas undangan resmi melalui Surat Nomor 94/VI.4/PN/2025 dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sentra HKI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menugaskan Sofyan Arie, S.H., M.Kn., selaku Ketua Sentra HKI UMM, untuk hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Penugasan ini ditetapkan melalui Surat Tugas Wakil Rektor IV UMM, Nomor E.2.b/152.06/ST-RPK/UMM/2025. Mendorong Hilirisasi Invensi Perguruan Tinggi melalui Perlindungan Paten Dalam sesi workshop, Sofyan Arie, S.H., M.Kn. menyampaikan materi terkait pentingnya paten sebagai bentuk perlindungan hukum atas invensi hasil penelitian, serta urgensi penguatan peran Lembaga Penelitian dan Sentra HKI dalam mendorong hilirisasi riset di lingkungan perguruan tinggi. Paparan beliau meliputi: Strategi penyusunan dokumen deskripsi paten yang kuat secara substantif, Perbedaan paten dan paten sederhana, Alur pendaftaran hingga pemeriksaan substantif paten di DJKI, Serta praktik baik pengelolaan kekayaan intelektual di UMM. Para peserta yang terdiri dari dosen dan peneliti antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab, terutama terkait dengan aspek kebaruan dan langkah inventif yang sering menjadi kendala dalam proses pengajuan paten. Kolaborasi Sentra HKI dalam Membangun Ekosistem Inovasi Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar Sentra HKI di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam memperkuat budaya inovasi dan sistem perlindungan kekayaan intelektual. Sentra HKI UMM terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas SDM dan memperluas jaringan kolaborasi sebagai bagian dari ekosistem inovasi nasional yang berkelanjutan.